Skip to content
-
Shion
Shion
  • Home
  • Sample Page
  • Home
  • Sample Page
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
HarianProses

Misi Buku Hijau

By Kallila
January 30, 2026 3 Min Read
2

Kali ini, aku ingin berbagi cerita tentang pengalaman pertamaku mendapatkan buku kecil berwarna hijau: Paspor.

Jujur saja, sebelumnya tak pernah terbayang aku bisa memiliki paspor. Terdengar agak berlebihan mungkin, tapi melihat kondisi ekonomi saat ini, mimpi ke luar negeri rasanya masih terlalu jauh dari jangkauan. Namun, PT Aktiva Kreasi Investama memberikan kesempatan luar biasa. Kantor menanggung biaya pembuatan paspor untukku. Kata Pak Bos, setiap karyawan harus membuat paspor sebagai latihan “keberanian”. Keberanian yang dimaksud bukan hanya soal bepergian, tapi berani mandiri: mencari informasi, menyiapkan dokumen, hingga menembus birokrasi imigrasi.

Ternyata, ujian keberanian itu langsung dimulai sejak persiapan. Mendaftar lewat aplikasi M-Paspor tidak semudah dugaan. Aku sempat panik karena sistem sepertinya error dan jadwal kunjungan tidak bisa dipilih. Hampir saja aku menyerah dan memilih lokasi di Karawang atau Jakarta. Untungnya, Instagram Imigrasi Bekasi menginfokan bahwa slot sudah dibuka. Tanpa pikir panjang, aku langsung booking untuk hari Kamis, 29 Januari 2026. Kenapa Bekasi? Karena cuaca belakangan ini sulit ditebak, dan Bekasi adalah opsi “terdekat” yang paling masuk akal (walau sebenarnya lumayan jauh juga dari rumah, hiks).

Drama belum selesai. H-1 keberangkatan, aku baru sadar kalau tempat lahir di Akta Kelahiran berbeda dengan di KTP. Alhasil, pagi hari sebelum berangkat, aku harus mampir dulu ke kelurahan.

Dan benar saja, semesta sepertinya sedang menguji niatku. Aku bangun pukul 06.00 disambut hujan deras. Berita banjir muncul di mana-mana, sampai kantor menyarankan WFH. Aku sempat bertanya-tanya, “Kenapa harus hari ini?” Untungnya, Ibuku dengan tenang menawarkan diri untuk menemani ke kelurahan. Kami menerobos hujan demi surat keterangan beda data. Tapi, ternyata ada “udang di balik batu”; Ibu mau menemani sekalian minta diantar ke pasar mengambil pesanan orang, wkwk. Ya sudahlah, yang penting surat aman!

Setelah mengantar ibuku pulang, aku pamit untuk berangkat ke Kantor Imigrasi Bekasi. Hujan masih setia menemani. Sesampainya di sana, suasananya ternyata tidak seseram bayanganku meski antrean lumayan panjang. Pelayanannya bagus, begitu masuk aku langsung disambut petugas Duta Layanan yang memandu pengisian formulir.

“Mba Ananda Kallia, ya?” Saat namaku dipanggil, jantungku deg sedikit. Rasanya seperti mau interview kerja lagi. Aku duduk di depan petugas imigrasi yang sudah lumayan senior tapi ramah sekali. Aku langsung disuruh bersiap-siap untuk foto. Tidak seperti saat foto KTP, di sini aku diberi kesempatan untuk merapihkan kerudungku dan bisa foto ulang. Hasilnya pun tidak blur tidak seperti foto KTP. Cekrek! Selesai. Pengambilan sidik jari biometrik juga berjalan lancar.

“Tujuannya buat apa bikin paspor?” tanya dia sambil mengetik cepat. “Liburan, Pak” jawabku, berusaha terdengar meyakinkan (padahal tiket saja belum beli). “Kerja di mana?” “Di PT Aktiva Kreasi Investama, Pak. Sebagai Project Manager,” jawabku mantap. Seterusnya beliau menanyakan detail pekerjaanku.

Masalah muncul saat verifikasi berkas. Petugas menyadari perbedaan tempat lahir di KTP dan Akta. Aku menyodorkan surat keterangan dari kelurahan, tapi katanya itu belum cukup kuat. Perbaikan harusnya di Dukcapil. Alamak, aku takut sekali kalau disuruh pulang dan daftar ulang. Bapak petugas kemudian bertanya detail tentang sejarah kelahiranku, yang akhirnya merembet ke cerita tentang Ayah. Aku menjawab sejujur-jujurnya, meski sempat sedikiiiiit sedih karena kenangan lama kembali teringat.

Untungnya setelah berbincang, Bapak petugasnya memutuskan untuk mengambil tempat lahir yang dari Akta kelahiran karena mengacu pembuatan paspor mengacu pada dokumen tertua. Aku pun setuju, dengan catatan PR ke depannya aku harus memperbaiki KTP dan KK. Selesai wawancara, rasanya… plong banget. Walaupun paspornya belum di tangan (harus nunggu sampai Rabu depan), tapi rasanya satu langkah besar sudah selesai.

Aku duduk sebentar, mengabari teman (sekalian pamer, hehe, walau dia sebenarnya sudah punya paspor dan sedang kerja di Jepang). Keluar dari kantor imigrasi, aku berniat makan siang. Tapi karena hujan dan efek rasa gugup yang bikin tidak terlalu lapar, aku akhirnya melipir ke Family Mart. Aku memesan kopi ukuran large (karena lagi promo) dan duduk menatap hujan.

Sambil menyeruput kopi, aku membayangkan: suatu hari nanti buku hijau ini akan terisi cap dari negara-negara yang selama ini cuma kulihat di Instagram. Jepang? Atau Umroh bareng Mama? Siapa tahu. Yang jelas, langkah pertamanya sudah selesai. Puas bermimpi, aku pun kembali ke kantor untuk bekerja.

Author

Kallila

Follow Me
Other Articles
Previous

Disaster 22 Januari

Next

Pake-Zed ala Gen Z

2 Comments
  1. Vavai says:
    January 30, 2026 at 12:42 pm

    Banyak hal dimulai dari mimpi. Apalagi mimpi itu mulai direalisasikan dari langkah pertama.

    https://vavai.medium.com/melawan-kekhawatiran-passport-traveling-209efe8fc95

    https://www.vavai.com/melawan-rasa-takut-menyiasati-kekhawatiran/

    Reply
  2. Pake-Zed ala Gen Z – Shion says:
    February 4, 2026 at 6:50 am

    […] dari my kisah tentang membuat paspor yang diakomodasi oleh PT Excellent. Saat proses reimburse ada pembahasan untuk digitalisasi form pengajuan dana ke perusahaan oleh Bu […]

    Reply

Leave a Reply to Pake-Zed ala Gen Z – Shion Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Seni Mengalah di Jalanan
  • Pake-Zed ala Gen Z
  • Misi Buku Hijau
  • Disaster 22 Januari
  • Daily Report Generator 2.0: Lebih Aman, Lebih Praktis!

Recent Comments

  1. Kallila on Seni Mengalah di Jalanan
  2. Vavai on Seni Mengalah di Jalanan
  3. Pake-Zed ala Gen Z – Shion on Misi Buku Hijau
  4. Vavai on Misi Buku Hijau
  5. Daily Report Generator 2.0: Lebih Aman, Lebih Praktis! – Shion on Gara-gara Males Copas: Bikin Daily Report Generator 1.0
Copyright 2026 — Shion. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme