Skip to content
-
Shion
Shion
  • Home
  • Behind the Screen
  • Home
  • Behind the Screen
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Perjalanan

Setahun Setelah “Awal”

By Kallila
October 20, 2026 10 Min Read
0

Hari ini, tepat satu tahun aku bekerja di Aktiva.

Rasanya agak aneh ketika menulis kalimat itu. Soalnya, perasaan baru kemarin aku datang sebagai anak baru yang masih bingung dengan lingkungan kerja, berusaha mengingat nama orang-orang, memahami alur pekerjaan, dan mencoba menyesuaikan diri dengan segala hal yang sebelumnya terasa asing.

Ternyata sudah satu tahun aja.

Setahun yang lalu, tepatnya 20 Oktober 2025, aku pernah menulis artikel berjudul “Awal”. Artikel pertamaku tentang perjalanan bekerja di Aktiva. Waktu itu, aku masih berada di fase awal, penuh rasa penasaran tentang apa saja yang bakal aku kerjakan ke depannya.

Kalau sekarang aku baca lagi tulisan itu, rasanya lucu juga.

Karena ternyata apa yang terjadi selama satu tahun ini jauh lebih random dari yang pernah aku bayangkan.

Dari yang awalnya mengurus pengembangan aplikasi AkFina dan Sazara, tiba-tiba ikut mengurus event, masuk tim Hosokawa PMO, lanjut ke ProDev Excellent, jadi vibe coder, sampai akhirnya ikut AI Taskforce dan mengurus webinar AI.

Kalau dirangkum dalam satu kalimat, mungkin:

“Aku sebenarnya masuk sini buat ngapain ya? Kok sekarang semuanya dikerjain?” Wkwkwk.

Tapi justru itu yang bikin perjalanan satu tahun ini menarik.

Banyak hal baru yang aku pelajari, banyak orang yang aku kenal, dan banyak pengalaman yang rasanya nggak bakal aku dapat kalau perjalanan ini berjalan lurus-lurus aja.

Dulu Berangkat Kerja Aja Udah Jadi Tantangan

Selain adaptasi sama pekerjaan, ada satu hal yang cukup jadi tantangan di awal-awal kerja: perjalanan dari rumah ke kantor.

Jarak rumah ke kantor lumayan jauh, bisa memakan waktu sekitar satu jam sekali jalan. Awalnya lumayan berasa banget, apalagi harus membiasakan diri dengan rutinitas berangkat pagi dan pulang sore. Sampai rumah kadang badan udah capek dan pegel duluan. Wkwk.

Belum lagi drama jalanan yang nggak bisa diprediksi. Aku bahkan pernah terlambat gara-gara macet panjang karena ada truk yang jeblos. Mau berangkat sepagi apa pun, kalau sudah ketemu kejadian kayak gitu ya cuma bisa pasrah. Wkwk.

Tapi sekarang setelah setahun, rasanya udah jauh lebih santai. Aku mulai hafal kondisi jalan, bisa memperkirakan waktu berangkat dengan lebih baik, dan justru mulai menikmati perjalanan yang dulu terasa melelahkan.

Ternyata bukan cuma soal pekerjaan yang butuh adaptasi, perjalanan menuju kantor pun punya prosesnya sendiri. Dari yang awalnya berasa jauh banget, sekarang malah udah jadi rutinitas biasa.

Mungkin jalannya masih sama, cuma aku aja yang sekarang udah lebih terbiasa melewatinya.

Awalnya Cuma Fokus ke AkFina dan Sazara

Waktu pertama kali masuk Aktiva, fokus utamaku adalah pengembangan aplikasi AkFina dan Sazara. Sebagai Project Manager, aku mulai belajar banyak hal, dari koordinasi dengan developer, memahami kebutuhan fitur, sampai menghadapi bug yang kadang penyelesaiannya nggak sesederhana kelihatannya.

Apalagi waktu itu aku masih beradaptasi dengan lingkungan kerja dan cara kerja tiap divisi. Kadang satu masalah bisa jadi bahan diskusi panjang, bahkan meeting sampai siang cuma buat menyamakan persepsi.

Tapi ternyata, di tengah kesibukan mengurus aplikasi, malah ada peluang baru untuk terjun ke dunia event organizer. Dari yang biasanya bahas fitur dan bug, sekarang ikut mikirin rundown, persiapan acara, sampai koordinasi saat event berlangsung.

Ternyata seru juga, walaupun lumayan bikin kepala penuh. Bedanya, kalau ada masalah waktu event, nggak bisa bilang, “Nanti kita fix di sprint berikutnya.” Harus langsung cari solusi saat itu juga. Wkwk.

Dari sini aku belajar kalau mengelola proyek ternyata nggak cuma berlaku buat aplikasi. Mau aplikasi atau event, sama-sama butuh koordinasi, komunikasi, dan kesiapan menghadapi hal-hal di luar rencana. Tapi ada kepuasan tersendiri ketika semuanya berhasil berjalan dengan baik.

Baru Beberapa Bulan, Tiba-Tiba Masuk Hosokawa PMO

Nah, ini salah satu plot twist yang cukup berkesan buatku.

Baru beberapa bulan bergabung di Aktiva, aku ternyata mendapat kesempatan untuk ikut tim Hosokawa PMO yang berfokus membantu akselerasi divisi.

Reaksi pertamaku tentu aja, “Loh, aku? Serius? Kan masih anak baru?” Wkwk.

Rasanya campur aduk, antara senang karena dipercaya dan bingung karena aku sendiri masih banyak belajar tentang perusahaan. Tapi aku yakin pasti ada alasan kenapa aku bisa mendapatkan kesempatan ini, meskipun sampai sekarang aku nggak tahu persis alasannya.

Daripada terlalu banyak mikir, ya sudah, dijalani aja. Ternyata bergabung dengan Hosokawa PMO membuka banyak pengalaman baru. Aku jadi lebih sering berdiskusi lintas divisi, memahami proses kerja yang lebih luas, dan belajar bagaimana membantu pekerjaan berjalan lebih efektif.

Awalnya memang cukup bikin kepala penuh, apalagi kadang selesai meeting masih harus mencerna lagi apa yang tadi dibahas. Wkwk. Tapi lama-lama mulai terbiasa.

Dari sini aku belajar bahwa kadang kita nggak harus benar-benar siap untuk menerima kesempatan baru. Justru dari kesempatan itulah kita dipaksa untuk belajar dan berkembang.

Lanjut ke ProDev Excellent, dan Mulai Kenal Vibe Coding

Setelah perjalanan bersama Hosokawa PMO, muncul lagi kesempatan baru.

Kali ini aku mulai terlibat di ProDev Excellent.

Kalau dilihat dari perjalanan sebelumnya, mungkin aku seharusnya sudah mulai terbiasa dengan perubahan-perubahan seperti ini.

Tapi tetap aja, setiap masuk ke hal baru selalu ada fase, “Oke, sekarang belajar apa lagi nih?” Wkwk.

Di saat yang sama, perkembangan AI juga semakin menarik untuk diikuti.

AI mulai mengubah banyak cara orang bekerja, termasuk bagaimana sebuah aplikasi dikembangkan.

Aku pun mulai semakin dekat dengan konsep vibe coding, yaitu pendekatan membangun aplikasi dengan bantuan AI.

Kalau dulu untuk membuat sesuatu harus melewati proses teknis yang cukup panjang, sekarang banyak ide bisa mulai diwujudkan lebih cepat dengan bantuan AI.

Dari sini aku mulai banyak mengerjakan berbagai kebutuhan internal apps perusahaan.

Seru banget rasanya ketika ada kebutuhan dari tim internal, lalu kita bisa mencoba membuat solusi yang membantu pekerjaan mereka.

Tapi ternyata vibe coding juga punya tantangannya sendiri.

AI memang bisa membantu membuat kode dengan cepat, tapi bukan berarti semua hasilnya pasti benar.

Kadang kelihatannya sudah bagus, tapi ternyata masih ada masalah. Kadang sudah diperbaiki satu bagian, eh, bagian lain malah ikut bermasalah.

Kadang juga kita merasa prompt yang diberikan sudah sangat jelas, tapi hasil dari AI justru membuat kita berpikir, “Lah, kok malah jadi begini?”

Jadi meskipun dibantu AI, tetap harus paham apa yang sedang dibuat, bagaimana logikanya berjalan, dan apakah solusi tersebut benar-benar sesuai kebutuhan.

Dari sini aku merasa mendapatkan pengalaman baru.

Kalau sebelumnya aku lebih banyak mengoordinasikan pengembangan aplikasi, sekarang aku juga semakin dekat dengan proses membangun solusinya.

Ada kepuasan tersendiri ketika sesuatu yang awalnya cuma berupa ide atau permintaan akhirnya bisa digunakan.

Apalagi kalau hasilnya benar-benar membantu pekerjaan rekan-rekan sendiri.

Eh, Sekarang Ikut AI Taskforce Juga

Belum selesai sampai di situ.

Perjalanan berikutnya membawaku ikut terlibat dalam AI Taskforce untuk pengembangan produk AI perusahaan.

Kalau aku melihat kembali perjalanan sejak hari pertama masuk, rasanya benar-benar banyak perubahan.

Awalnya pengembangan AkFina dan Sazara.

Lalu ikut event.

Kemudian Hosokawa PMO.

Lanjut ProDev Excellent dan internal apps.

Sekarang ikut AI Taskforce.

Ditambah lagi, aku juga mendapat tanggung jawab untuk menangani webinar AI.

Rasanya seperti semua pengalaman yang sebelumnya berjalan ke arah berbeda ternyata mulai bertemu di satu titik.

Pengalaman mengurus aplikasi berguna ketika membahas pengembangan produk AI.

Pengalaman di ProDev membantu ketika harus memahami solusi yang bisa dibangun dengan teknologi AI.

Pengalaman bersama Hosokawa PMO membantuku melihat kebutuhan dari sisi proses dan koordinasi.

Sementara pengalaman menjadi EO ternyata kepakai lagi ketika menangani webinar AI.

Lucu juga ya.

Dulu aku sempat berpikir kenapa pekerjaanku jadi melebar ke mana-mana.

Tapi ternyata banyak hal yang saling terhubung.

Walaupun sampai sekarang aku masih merasa harus belajar banyak hal, terutama karena perkembangan AI sangat cepat.

Baru merasa memahami satu tools, besoknya sudah ada tools baru.

Baru selesai mencoba satu pendekatan, muncul lagi pendekatan yang katanya lebih efektif.

Rasanya nggak ada habisnya.

Tapi mungkin memang itu bagian paling menarik dari dunia teknologi.

Selalu ada hal baru untuk dieksplorasi.

Membagi Fokus, Sebuah Keahlian yang Dipelajari Karena Keadaan

Kalau ditanya apa tantangan terbesar selama satu tahun ini, salah satu jawabanku pasti soal membagi fokus.

Karena ternyata mengurus beberapa hal sekaligus itu nggak semudah yang dibayangkan.

Kadang lagi fokus ke pengembangan aplikasi, tiba-tiba ada pembahasan event.

Lagi memikirkan event, ada kebutuhan internal apps yang perlu didiskusikan.

Lagi mencoba menyelesaikan sesuatu dengan AI, muncul koordinasi pekerjaan lainnya.

Dan setiap berpindah pembahasan, otak juga harus ikut berpindah konteks.

Awalnya aku cukup kewalahan.

Rasanya banyak hal yang harus dipikirkan dan semuanya punya konteks masing-masing.

Belum lagi ketika ada pekerjaan yang membutuhkan diskusi lintas divisi. Kadang kita harus memahami masalahnya dulu, mencari siapa saja yang perlu dilibatkan, lalu memastikan semua orang punya pemahaman yang sama.

Lumayan juga ternyata.

Tapi setelah dijalani selama setahun, aku mulai merasa lebih terbiasa.

Terbiasa karena sudah jago? Nggak juga. Lebih ke terbiasa karena terpaksa. Wkwkwk.

Mau nggak mau harus belajar mengatur prioritas, memahami kapan harus fokus, kapan perlu koordinasi, dan kapan harus menerima bahwa nggak semua hal bisa langsung selesai dalam waktu bersamaan.

Karena pada akhirnya, pekerjaan bukan cuma soal seberapa banyak yang bisa dikerjakan, tapi juga soal bagaimana memastikan hasilnya tetap baik.

Dan walaupun sampai sekarang terkadang masih pusing, setidaknya aku sudah jauh lebih bisa menghadapi situasinya dibandingkan ketika pertama kali masuk.

Orang yang Awalnya Kukira Galak, Ternyata Baik Banget

Di luar semua cerita pekerjaan, ada satu hal yang bikin perjalanan satu tahun ini terasa menyenangkan. Orang-orangnya.

Aku masih ingat waktu awal masuk, masih jadi anak baru yang banyak mengamati karakter rekan kerja. Siapa yang serius, siapa yang suka bercanda, dan siapa yang kelihatannya susah diajak ngobrol.

Lucunya, ada beberapa orang yang awalnya kukira galak. Dari penampilan dan cara bicaranya, sempat mikir, “Wah, kayaknya harus hati-hati nih sama orang ini.” Wkwk. Tapi ternyata setelah kenal lebih dekat, orangnya justru baik dan asyik banget.

Begitu juga dengan ciwi-ciwi di bawah yang ternyata baik-baik dan seru diajak ngobrol. Ada aja candaan atau obrolan random yang bikin suasana kerja jadi lebih hidup. Dari sini aku sadar kalau kesan pertama memang belum tentu benar, dan punya lingkungan kerja yang menyenangkan itu ternyata berharga banget.

Nongkrong Sepulang Kerja dan Cerita-Cerita Random

Salah satu hal yang bikin setahun ini berkesan juga adalah kebiasaan nongkrong bareng sepulang kerja. Dari yang awalnya cuma rekan kantor, lama-lama jadi sering makan bareng, mencoba tempat baru, karaoke, bahkan pernah trip bareng.

Kadang rencananya spontan banget. Niat awal cuma mau pulang, eh, malah berakhir nongkrong sampai lupa waktu. Wkwk.

Obrolannya juga macam-macam, dari urusan kerjaan sampai cerita random yang entah kenapa bisa bikin ketawa bareng. Justru momen-momen sederhana kayak gini yang bikin hari-hari kerja terasa lebih menyenangkan.

Lucu juga kalau dipikir, setahun lalu kami bahkan belum saling kenal. Sekarang sudah punya banyak cerita dan kenangan bareng. Ternyata rekan kerja bisa jadi lebih dari sekadar teman satu kantor.

Hosokawa dan ProDev, Terima Kasih untuk Segala Keseruannya

Aku juga ingin menyimpan sedikit cerita tentang teman-teman dari tim Hosokawa dan ProDev.

Karena selama perjalanan ini, cukup banyak waktu yang kami habiskan bersama.

Mulai dari meeting, diskusi pekerjaan, persiapan event, sampai akhirnya sama-sama menjadi EO.

Ada banyak momen yang kalau diingat lagi rasanya lucu.

Kadang meeting yang awalnya serius bisa diselingi candaan. Kadang ada diskusi yang cukup panjang untuk menyelesaikan sesuatu. Kadang juga harus sama-sama memikirkan solusi ketika ada hal yang nggak berjalan sesuai rencana.

Tapi justru dari proses itu aku merasa semakin mengenal orang-orang di dalamnya.

Bukan cuma tahu siapa mengerjakan apa, tapi juga mulai memahami karakter, kebiasaan, dan cara kerja masing-masing.

Rasanya seru ketika bisa bekerja sama dengan orang-orang yang semakin lama semakin nyaman diajak berdiskusi.

Bahkan ketika pekerjaan sedang cukup ramai, selalu ada aja momen yang membuat situasinya terasa lebih santai.

Aku sadar bahwa nggak semua pengalaman menyenangkan harus datang dari hal-hal besar.

Kadang cukup dari candaan di sela meeting, obrolan setelah menyelesaikan pekerjaan, atau rasa lega bersama setelah event selesai.

Mungkin suatu saat nanti aku akan lupa detail dari beberapa meeting yang pernah kami lakukan.

Tapi sepertinya aku akan tetap ingat bagaimana rasanya menjalani semua itu bersama mereka.

Ternyata Setahun Bisa Mengubah Banyak Hal

Kalau dipikir-pikir lagi, satu tahun ini sebenarnya nggak terasa terlalu panjang.

Hari-harinya berjalan seperti biasa.

Berangkat kerja, menyelesaikan pekerjaan, meeting, diskusi, menghadapi masalah, lalu pulang.

Besoknya begitu lagi.

Tapi ketika semuanya dilihat dari belakang, ternyata banyak banget yang sudah terjadi.

Aku yang dulu datang dengan fokus pengembangan aplikasi, sekarang sudah mencoba berbagai peran yang sebelumnya nggak pernah terbayangkan.

Aku yang awalnya masih canggung sebagai anak baru, sekarang sudah punya cukup banyak teman dan cerita di kantor.

Aku yang dulu sempat bingung kenapa bisa diajak bergabung dengan Hosokawa PMO, sekarang mulai memahami bahwa terkadang kesempatan memang datang lebih cepat dari kesiapan kita.

Dan aku yang awalnya cukup pusing ketika harus membagi fokus, sekarang sudah mulai bisa menikmati ritmenya.

Walaupun tetap aja, sesekali masih ingin punya tombol pause buat semua pekerjaan. Wkwk.

Tapi dari semua itu, aku merasa mendapatkan banyak pelajaran.

Tentang bagaimana bekerja sama dengan orang lain.

Tentang bagaimana menghadapi perubahan.

Tentang bagaimana belajar sesuatu yang sebelumnya asing.

Dan tentang bagaimana kepercayaan yang diberikan orang lain kadang menjadi alasan bagi kita untuk berusaha lebih jauh.

Aku juga mulai sadar bahwa perjalanan karier ternyata nggak selalu punya jalur yang lurus.

Kadang kita memulai dari satu hal, lalu menemukan kesempatan lain, lalu mencoba sesuatu yang baru lagi.

Awalnya terlihat seperti ke mana-mana.

Tapi mungkin justru dari situlah pengalaman kita terbentuk.

Satu Tahun di Aktiva, dan Ceritanya Masih Berlanjut

Jadi, tepat hari ini, 20 Oktober 2026, genap satu tahun aku bekerja di Aktiva.

Terima kasih untuk semua kesempatan dan kepercayaan yang sudah diberikan.

Terima kasih untuk orang-orang yang sudah membantu, membimbing, mengajak diskusi, dan memberi ruang untuk terus belajar.

Terima kasih juga untuk teman-teman yang sudah mengisi hari-hari dengan cerita, candaan, nongkrong sepulang kerja, dan berbagai keseruan lainnya.

Khususnya teman-teman Hosokawa dan ProDev yang sudah cukup sering melewati berbagai pekerjaan dan event bersama.

Aku nggak tahu satu tahun berikutnya bakal seperti apa.

Mungkin bakal ada proyek baru, tanggung jawab baru, teknologi baru, atau bahkan peran baru yang sekarang belum pernah terpikirkan.

Kalau melihat perjalanan setahun terakhir, sepertinya kemungkinan muncul plot twist baru juga cukup besar. Wkwk.

Tapi nggak apa-apa.

Karena ternyata dari hal-hal yang nggak terduga itulah aku banyak belajar.

Dulu, ketika menulis artikel “Awal”, aku hanya punya bayangan tentang bagaimana perjalanan ini akan dimulai.

Sekarang, satu tahun kemudian, aku punya banyak cerita tentang bagaimana perjalanan itu benar-benar terjadi.

Dan ternyata, realitasnya jauh lebih ramai, lebih menantang, dan lebih menyenangkan daripada yang pernah kubayangkan.

Semoga ke depannya masih banyak hal baru yang bisa dipelajari, lebih banyak karya yang bisa dibuat, dan lebih banyak cerita seru bersama orang-orang baik di sini.

Nggak terasa udah setahun aja.

Lumayan juga ternyata bisa sampai di sini.

Dan untuk semua plot twist berikutnya, ya sudah, kita lihat nanti aja. Wkwkwk.

Post Views: 19
Author

Kallila

Follow Me
Other Articles
Previous

Sekotak Teh yang Masih Aku Ingat

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Setahun Setelah “Awal”
  • Sekotak Teh yang Masih Aku Ingat
  • Belajar Promosi Tanpa Malu
  • Mindfulness di Tengah Asap
  • Menuju Bulan ke-3 Olahraga

Recent Comments

  1. Asri on Mindfulness di Tengah Asap
  2. vavai on Seharian Jadi Orang SCBD
  3. Kallila on Seharian Jadi Orang SCBD
  4. Zahro alhasny on Seharian Jadi Orang SCBD
  5. Di Balik Layar MPP Sazara x TBINA: Hari Pertama - Shion on Sehari Berburu Goodie Bag untuk MPP Sazara
Copyright 2026 — Shion. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme