Sehari Berburu Goodie Bag untuk MPP Sazara
Hari ini aku WFA. Tapi bukan WFA yang duduk manis di rumah sambil buka laptop seharian.
Hari ini WFA-nya lebih banyak di jalan.
Agenda utamanya adalah mengurus goodie bag untuk acara MPP Sazara. Jadi dari pagi aku sudah bersiap untuk berangkat ke Kabin Zeze Zahra. Jam 6 pagi aku langsung jalan, sambil membawa salah satu “harta” penting Sazara: invoice.
Perjalanan pagi itu lumayan padat. Mungkin karena waktunya berbarengan dengan orang berangkat sekolah dan kerja. Jalanan cukup macet, tapi masih bisa dinikmati. Aku tiba di kabin sekitar jam 7-an.
Setelah itu aku mengikuti briefing online terlebih dahulu. Begitu briefing selesai, aku izin pulang lebih dulu karena harus mulai mencari perlengkapan goodie bag.
Perjalanan pulang sebenarnya lebih lancar. Tapi matahari sudah mulai naik. Udara mulai terasa panas, dan aku tahu hari ini akan cukup banyak dihabiskan di luar.
Tujuan pertama adalah toko grosir ATK di dekat rumah. Aku tahu tempat itu dari Google. Waktu melihat review-nya, banyak yang bilang harganya murah. Jadi aku penasaran dan akhirnya memutuskan untuk mampir ke sana.

Ternyata tokonya memang cukup lengkap. Barang-barangnya juga murah. Dari situ aku langsung merasa, “Oke, toko ini perlu ditandai.” Siapa tahu nanti ada kebutuhan ATK lagi untuk acara atau pekerjaan lain.
Setelah belanja ATK, tujuan berikutnya adalah mencari sarung tangan.
Nah, bagian ini yang agak membingungkan.
Jujur aku tidak tahu harus beli sarung tangan kebun di mana. Kalau ATK masih mudah dicari. Tapi sarung tangan kebun dalam jumlah tertentu, aku belum punya bayangan tempat belinya.
Akhirnya aku melipir dulu ke Fore. Kebetulan sudah masuk jam istirahat juga. Jadi sambil istirahat sebentar, aku lanjut mengerjakan issue dari tiket Shogun.
Di hari yang panas seperti ini, Fore memang terasa sangat nikmat. Apalagi Butterscotch Sea Salt Latte-nya.

Beuh.
Sambil duduk di sana, aku lanjut mencari tempat yang menjual sarung tangan. Setelah beberapa kali cari di Google, akhirnya ketemu toko yang menjual sarung tangan grosiran.
Aku coba chat tokonya, lalu ditelepon. Aku tanya kondisi sarung tangannya, jumlahnya, dan apakah masih tersedia. Tidak lama kemudian, bapaknya mengirimkan foto barangnya.
Tapi yang lucu, di foto atau videonya ada sound “disuruh bayar hutang”.
Aku langsung ketawa sendiri.
Entah itu memang sound random, atau mungkin bapaknya punya pengalaman buruk soal orang yang suka pesan tapi tidak jadi bayar wkwk.
Setelah dapat lokasinya, aku lanjut perjalanan ke toko tersebut. Tempatnya masuk ke gang kecil. Bukan tipe toko yang dari jalan besar langsung kelihatan, jadi memang harus agak niat mencarinya.
Sampai di sana, aku cek kondisi sarung tangannya. Bapaknya ternyata baik. Bahkan sampai membongkar lagi sarung tangan yang sudah dipacking hanya untuk menunjukkan contoh barangnya ke aku. Setelah dicoba kenyamanannya, akhirnya aku beli di sana.
Setelah beli sarung tangan aku pulang dulu karena baterai motor sudah tinggal sekitar 20%. Sambil menunggu motor dicas, aku lanjut mengerjakan beberapa tugas harian dari rumah.
Setelah baterai cukup aman, aku berangkat lagi untuk mencari kebutuhan goodie bag terakhir, yaitu masker. Lokasinya cukup jauh, saat di tengah jalan ternyata di rumah ada stok masker. Karena sudah terlanjur keluar dan sudah mendekati jam pulang, akhirnya aku bablas ke tempat gym.
Kalau dipikir-pikir, waktuku hari ini banyak habis di atas motor dan di bawah terik matahari.
Dibilang lelah banget juga tidak sepenuhnya, karena secara fisik aku lebih banyak duduk. Tapi tetap saja, perjalanan jauh, panas, macet, cari alamat, masuk gang, parkir, belanja, lalu pindah lagi ke tempat berikutnya itu cukup menguras energi.
Tanpa terasa, total perjalanan hari ini sudah lebih dari 100 km.

Sebuah pengalaman baru juga sebenarnya.
Hari ini aku jadi tahu beberapa tempat yang sebelumnya tidak pernah aku sadari keberadaannya. Toko grosir ATK yang ternyata lengkap dan murah. Toko sarung tangan di dalam gang kecil. Tempat beli goodie bag yang cukup jauh tapi akhirnya tetap bisa didatangi.
Kadang pekerjaan lapangan seperti ini memang tidak selalu terlihat besar di awal. Kelihatannya hanya “beli perlengkapan goodie bag”. Tapi begitu dijalani, ternyata ada banyak proses kecil di dalamnya.
Cari tempat.
Bandingkan harga.
Pastikan stok.
Tanya kondisi barang.
Datang langsung.
Cek kualitas.
Bawa pulang.
Dan tentu saja, memastikan semuanya sesuai kebutuhan acara.
Setelah semua selesai, aku masih lanjut pergi ke gym. Ini membuat jarak tempuh hari ini semakin panjang lagi. Tapi entah kenapa, ada rasa puas juga.
Hari ini bukan hari yang penuh meeting panjang atau pekerjaan di depan laptop dari pagi sampai sore. Tapi tetap terasa produktif dengan caranya sendiri.
Produktif dalam bentuk bergerak.
Mencari.
Memastikan.
Mengurus hal-hal kecil yang nantinya akan jadi bagian dari acara besar.
Mungkin memang ada hari-hari kerja yang bentuknya tidak rapi. Ada hari yang bentuknya lebih seperti ngalor ngidul.

Dan hari ini, WFA-ku bentuknya seperti itu.
Work From Anywhere.
Benar-benar dari mana saja.
[…] Baca juga: Sehari Berburu Goodie Bag untuk MPP Sazara […]