Skip to content
-
Shion
Shion
  • Home
  • Behind the Screen
  • Home
  • Behind the Screen
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
HarianKegiatan

Di Balik Layar MPP Sazara x TBINA: Hari Pertama

By Kallila
August 12, 2026 6 Min Read
0

Minggu lalu akhirnya acara MPP Sazara x TBINA resmi terselenggara juga.

Rasanya cukup lega melihat acara ini akhirnya benar-benar jalan setelah persiapannya yang panjang dan tugas yang entah kenapa makin ke sini makin macam-macam. Dari acara ini aku belajar banyak hal baru. Mulai dari belajar membuat proposal, menghitung cost acara, meeting dengan klien, sampai akhirnya ketemu deal dan masuk ke tahap persiapan teknis serta desain berbagai kebutuhan acara.

Sebelumnya Sazara memang pernah mengadakan farm visit, tapi kali ini rasanya beda. Kami harus mempersiapkan acara selama dua hari penuh, dari pagi sampai sore, dengan lokasi dan agenda yang berbeda.

Dan ternyata…

exciting abis.

Banyak pengalaman baru yang sebelumnya mungkin nggak akan aku dapat kalau nggak ikut mengurus acara ini.

Sejak seminggu sebelum acara aku sebenarnya sudah mulai sibuk membeli dan menyiapkan berbagai barang untuk peserta, seperti yang sempat kuceritakan di blog sebelumnya.

Baca juga: Sehari Berburu Goodie Bag untuk MPP Sazara

Nah, masuk H-1 acara, aku langsung menuju Hotel Brits di Karawang.

Sesampainya di sana, aku ternyata sekamar dengan Mba Zahro dan Adzka. Awalnya kupikir seru juga punya teman sekamar. Tapi di sisi lain ada sedikit rasa khawatir karena aku belum terbiasa menginap bareng orang lain.

Lebih tepatnya khawatir…

“Nanti akunya nggak asik gimana?”

Tapi ternyata ya enak-enak aja. Wkwk.

Setelah istirahat sebentar di kamar, kami turun ke restoran hotel untuk makan sekaligus briefing persiapan acara besok.

Dan di sinilah aku kalap. Makanannya banyak banget jenisnya dan anggap aaja ini program perbaikan gizi.

Di restoran itu aku juga pertama kali bertemu langsung dengan trainer motivasi untuk acara besok, Kang Hari. Orangnya asik banget. Sundanya juga… nyunda banget.

Aku bingung menjelaskannya dengan kata-kata, tapi pokoknya humble pisan euy.

Setelah pembahasan acara selesai, obrolannya mulai lebih santai. Kami ngobrol ke mana-mana dan Pak Bos mulai mengeluarkan berbagai cerita yang lucu sekaligus penuh plot twist di luar nurul.

Setelah diskusi dan ngobrol cukup panjang, akhirnya kami kembali ke kamar masing-masing untuk tidur.

Karena kamar kami menggunakan twin bed, akhirnya dua kasurnya dirapatkan supaya bisa tidur bertiga dan kita tidur kayak ikan asin lagi dijemur.

Aku sebenarnya termasuk orang yang kalau tidur di luar rumah suka tiba-tiba merasa deg-degan. Ada saja perasaan nggak enak yang muncul, mungkin karena belum terbiasa dengan tempatnya.

Tapi ternyata teori itu cuma berlaku sebelum nemplok ke kasur.

Begitu rebahan…

tidur.

Dan ternyata pulas banget.

Padahal saat itu Mba Zahro masih buka laptop dan Adzka juga belum tidur. Aku sendiri sudah lebih dulu masuk alam mimpi. Yaa mungkin karena lagi nggak enak badan juga

Nggak terasa, pagi pun datang.

Alarm yang disetel Mba Zahro berbunyi sekitar pukul lima pagi. Kami mulai bergantian mandi, bersiap-siap, lalu turun ke lantai tiga untuk sarapan.

Karena masih dalam program perbaikan gizi, aku kembali mencoba berbagai makanan yang tersedia.

Saat sarapan, ada satu hal yang cukup menarik perhatianku. Ternyata cukup banyak WNA China yang menginap di hotel tersebut dan pagi-pagi mereka sudah menggunakan pakaian proyek lengkap.

Aku sempat mikir,

“Oh… banyak juga ya.”

Tapi daripada mikir kejauhan tentang mereka proyek apa, di mana, dan kenapa, akhirnya aku memilih melanjutkan makan saja.

Lebih penting.

Setelah sarapan, kami langsung menuju meeting room dan mulai mempersiapkan acara.

Di hari pertama ini, tugas utamaku adalah dokumentasi video.

Sebagai tim dokumentasi, aku harus memastikan momen-momen penting selama acara bisa terekam dengan jelas. Untungnya sebelumnya aku sudah punya sedikit pengalaman mengambil video dan mengedit, jadi di kepala sudah ada gambaran kira-kira video akhirnya mau dibuat seperti apa.

Setidaknya ada tiga hal yang harus kutangkap:

peserta, pembicara, dan suasana acara.

Sepanjang acara aku lumayan banyak bergerak ke sana kemari bukan membawa alamat tapi untuk mencari angle berbeda. Sesekali mengambil gambar pembicara, kemudian berpindah ke peserta, mencari ekspresi mereka saat tertawa, serius mendengarkan, berdiskusi, atau saat ada interaksi.

Tujuannya sederhana: aku nggak mau hasil videonya cuma menunjukkan bahwa “acaranya berlangsung”, tapi juga bisa memperlihatkan bagaimana rasanya berada di acara tersebut.

Dan ternyata menyenangkan juga.

Kayaknya topi sebagai media creative memang sudah lumayan melekat di dalam diriku.

Tapi sambil mondar-mandir jadi tim dokumentasi, ternyata aku juga masih sempat mencuri-curi kesempatan buat mendengarkan materi dari para trainer.

Di sesi pertama ada materi dari Kang Hari tentang motivasi untuk para karyawan yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun.

Kalau dipikir-pikir, topiknya sebenarnya cukup berat.

Pensiun bukan cuma soal berhenti bekerja. Ada perubahan rutinitas, lingkungan, peran, sampai cara seseorang melihat kehidupannya setelah bertahun-tahun terbiasa bekerja.

Tapi yang aku suka, Kang Hari membawakan topik itu dengan cara yang hidup.

Materinya nggak terasa seperti sesuatu yang menakutkan atau membuat suasana tambah berat. Justru ada banyak interaksi, candaan, dan cerita yang membuat pesannya terasa lebih ringan untuk diterima.

Kurang lebih yang aku tangkap, masa pensiun memang akan datang dan bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan diri dan menghadapinya.

Dan menurutku itu cukup menarik.

Karena topik yang awalnya terdengar serius banget ternyata bisa dibawakan dengan suasana yang santai tanpa kehilangan inti pembahasannya.

Setelah makan siang, masuk ke sesi kedua dengan materi finansial yang dibawakan Pak Bos.

Nah, kalau yang sebelumnya sudah cukup berat…

yang ini lebih berat lagi.

Karena ngomongin uang.

Dan kita semua tahu kalau keuangan kadang termasuk topik yang cukup sensitif. Apalagi membicarakan kondisi keuangan menjelang pensiun, saat pemasukan yang sebelumnya rutin diterima setiap bulan nantinya akan berubah.

Sebelum sesi dimulai sebenarnya aku cukup paham kenapa ada concern peserta bakal ngantuk.

Pertama, materinya cukup berat.

Kedua…

habis makan siang.

Kombinasi yang lumayan berbahaya. Wkwk.

Tapi ternyata saat materinya berjalan, kekhawatiran itu nggak terlalu terjadi.

Banyak peserta yang masih fokus mengikuti pembahasannya. Bahkan masih ada candaan dan gurauan di tengah-tengah materi, baik dari pembicara maupun peserta.

Menurutku hal kecil seperti ini justru membantu banget.

Suasananya jadi nggak terlalu kaku dan pembicaraan soal finansial yang sebenarnya cukup serius bisa terasa lebih nyaman untuk diikuti.

Sambil tetap mengambil gambar dari berbagai sudut, sesekali aku jadi ikut berhenti sebentar untuk mendengarkan.

Lumayan.

Jadi dokumentasi dapat, materi juga ikut nyangkut sedikit-sedikit.

Hal lain yang paling terasa selama acara adalah koordinasi tim kami ternyata berjalan dengan bagus.

Kami bisa saling mengisi ketika ada satu posisi yang kosong.

Misalnya ketika Ari harus pergi ke tempat fotokopi, aku minta bantuan Adzka untuk mengambil dokumentasi foto. Sementara itu Mba Zahro membantu menangani registrasi yang sebelumnya menjadi tugas Adzka.

Nggak perlu terlalu banyak drama atau bingung siapa harus mengerjakan apa. Kalau ada yang kosong, yang lain langsung bantu isi.

Kerja sama dan komunikasi yang bagus seperti ini ternyata bikin pekerjaan jauh lebih ringan.

Saking fokusnya, rasanya nggak terasa acara Day 1 akhirnya selesai juga.

Begitu acara hari pertama selesai, kami langsung mobilisasi menuju Kabin Zeze Zahra untuk mempersiapkan acara Day 2.

Entah kenapa setelah Day 1 selesai rasanya aku bisa sedikit lebih rileks.

Hari pertama berlangsung di tempat yang baru, jadi banyak hal yang masih harus dipelajari dan diperhatikan. Sementara untuk Day 2 kami akan berada di Zeze Zahra, tempat yang medannya sudah jauh lebih familiar. Tetap nggak boleh longgar fokusnya, tapi merasa lagi main di kandang. Lebih pede.

Di perjalanan menuju Zeze Zahra aku cukup banyak ngobrol dengan Kang Asep. Sebelum sampai, kami juga mampir dulu ke Alfamart untuk membeli beberapa snack dan mie instan

Rencananya mau dimasak malam hari kalau lapar.

Spoiler: benar-benar dimasak.

Sesampainya di Zeze Zahra, kami langsung melanjutkan pekerjaan. Packing beberapa kebutuhan, makan malam bersama, lalu briefing terakhir untuk acara hari kedua.

Setelah briefing selesai, kami kembali ke kamar masing-masing. Di kamar, aku, Mba Zahro, dan Adzka masih punya satu misi: merapikan jaket untuk peserta.

Tapi karena setelah bekerja bersama, kekompakan kami sepertinya sudah mulai ter-install secara otomatis, pembagian pekerjaannya terjadi begitu saja.

Mba Zahro dan Adzka mencabuti benang-benang yang masih tersisa di jaket, sementara aku bertugas merapikan lipatan, packing ulang, dan menyortirnya.

Sambil kerja kami ngobrol panjang ke mana-mana, jadi capeknya nggak terlalu terasa.

Sampai akhirnya sadar satu hal.

Lapar.

Untung tadi sudah beli mie.

Saat aku sedang merebus mie, Mba Zahro dan Adzka diajak pergi memetik cabai di kebun. Karena kalau nggak pake cabe rasanya kurang wkwk.

Malam-malam. Tapi meskipun gelap, aku bisa melihat excitement mereka berdua masih ada sampai malam hari.

Dan sebenarnya aku ngerti sih kenapa mereka sesenang itu. Ini juga pertama kalinya kami bertiga menginap di Kabin Zeze Zahra. Terlebih Adzka baru pertama kali ke kabin. Wajar banyak hal baru yang seru dijalanin yang belum tentu dapat di kantor, terutama suasana alamnya

Setelah acara petik cabai selesai, mie matang, lalu kami makan dan lanjut nyemil sebentar.

Capek? Jelas.

Tapi rasanya justru menyenangkan. Akhirnya kami memutuskan untuk tidur. Dan dengan itu, hari pertama MPP Sazara x TBINA resmi selesai.

Author

Kallila

Follow Me
Other Articles
Previous

Sehari Berburu Goodie Bag untuk MPP Sazara

Next

Di Balik Layar MPP Sazara x TBINA: Hari Kedua

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Jalan Baru, Cara Pandang Baru
  • Di Balik Layar MPP Sazara x TBINA: Hari Kedua
  • Di Balik Layar MPP Sazara x TBINA: Hari Pertama
  • Sehari Berburu Goodie Bag untuk MPP Sazara
  • Matraman, Kemarahan Warga, dan yang Terlambat Hadir

Recent Comments

  1. Di Balik Layar MPP Sazara x TBINA: Hari Pertama - Shion on Sehari Berburu Goodie Bag untuk MPP Sazara
  2. Kallila on Kita Tidak Kekurangan Waktu, Kita Kebanyakan Distraksi
  3. Kallila on Mencoba Membuat AI Agent Sendiri
  4. Zahwa on Mencoba Membuat AI Agent Sendiri
  5. vavai on Kita Tidak Kekurangan Waktu, Kita Kebanyakan Distraksi
Copyright 2026 — Shion. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme