Skip to content
-
Shion
Shion
  • Home
  • Behind the Screen
  • Home
  • Behind the Screen
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Kegiatan

Belajar Promosi Tanpa Malu

By Kallila
September 22, 2026 4 Min Read
0

Waktu kebagian jadi PIC webinar AkFina, aku sebenarnya nggak benar-benar mulai dari nol. Sebelumnya, aku sudah pernah ikut menyiapkan webinar Sazara. Tapi kali ini beda: untuk pertama kalinya, aku jadi PIC yang bertanggung jawab mengelola acaranya sendiri.

Seperti biasa, setiap ada proyek baru, aku mulai dengan bikin kaizen. Karena sudah ada webinar sebelumnya, beberapa hal bisa aku replikasi dan sesuaikan. Setidaknya, aku punya pegangan untuk mulai menyiapkan acara.

Sampai akhirnya muncul satu pertanyaan yang ternyata paling bikin mikir: gimana cara promosiinnya?

Di webinar Sazara, kebanyakan peserta datang dari alumni Pertanian Terpadu dan kenalan Pak Bos. Sudah ada lingkaran orang yang bisa dijangkau. Sementara itu, AkFina masih benar-benar baru dan belum banyak dikenal. Aku harus cari cara supaya orang tahu dulu tentang AkFina, lalu tertarik untuk ikut webinarnya.

Akhirnya, fokusku lebih banyak ke promosi. Urusan lain, seperti desain dan beberapa kebutuhan acara, aku delegasikan ke tim (Chat GPT, Claude, Aizen). Aku sendiri mulai mengulik hal yang selama ini belum banyak aku pelajari: marketing.

Belajar promosi sambil jalan

Rasanya aku mendadak harus belajar jadi social media analyst. Aku mulai meriset jalur promosi lewat Threads, Instagram, Facebook, dan mailing list. Mencoba memahami bagaimana orang bisa menemukan informasi tentang webinar ini sampai akhirnya mau mendaftar.

Setelah itu, aku mulai bikin konten berbentuk foto dan memublikasikannya di akun AkFina.

Di akun pribadi? Belum berani.

Jujur, aku malu. Rasanya kayak, “Duh, kok aku jadi kelihatan jualan banget, ya?”

Padahal, aku sendiri yang lagi butuh orang-orang tahu tentang acara ini. Tapi setiap mau membagikan sesuatu di akun pribadi, ada aja rasa sungkannya. Aku terlalu sibuk memikirkan bagaimana postinganku bakal dilihat orang.

Sampai akhirnya aku sadar: kalau aku terus malu-malu, gimana orang mau tahu? Masa berharap pesertanya datang sendiri?

Jadi, aku mulai memberanikan diri promosi di Threads, lewat akun pribadi dan akun AkFina. Aku belajar bikin pembuka ala Threads yang bisa membuat orang berhenti sebentar dan membaca. Kenapa akun pribadi? Karena bisa lebih nimbrung dan kesannya tidak hard selling.

Awal-awalnya masih sepi. Sampai ada satu postingan yang mendadak dapat banyak views.

Loh. Kok rame?

Shock dikit, jujur. Wkwk.

Memang, yang daftar dari situ nggak langsung banyak. Tapi melihat postinganku bisa menjangkau banyak orang ternyata cukup buat menaikkan semangat. Sempat kepikiran mau jadi content creator.

Nggak deng. Jadi makin semangat promosiin AkFina aja.

Dari situ, aku juga mulai merasakan sendiri bahwa banyak views belum tentu berarti banyak pendaftar. Senang karena postingannya ramai, tentu. Tapi masih ada pekerjaan berikutnya: gimana supaya orang yang membaca benar-benar tertarik ikut?

Dari malu jadi “ya udah, share aja”

Selain Threads dan Instagram, aku juga mulai gencar promosi lewat Facebook. Aku bergabung ke komunitas webinar dan membagikan informasi acaranya di sana.

Lalu merembet ke WhatsApp dan LinkedIn pribadi. Grup alumni kampus, grup teman, pokoknya mulai aku kabarin satu-satu lewat tempat-tempat yang bisa aku jangkau. WKWKWK.

Kalau ingat awalnya malu posting di akun sendiri, ternyata lumayan jauh juga perubahannya.

Rasa malunya nggak langsung hilang. Tapi setelah dilakukan berkali-kali, aku mulai terbiasa. Lama-lama jadi, “Ya udah, share aja.”

Aku punya acara yang sedang diusahakan. Kalau aku sendiri nggak berani cerita tentang acaranya, orang lain mungkin bahkan nggak tahu acara itu ada. Ada teman yang mengejek tinggal aku senyumin karir aja 🙂

Lima puluh orang, dan perasaan yang campur aduk

Dari semua usaha itu, akhirnya terkumpul sekitar 50 orang.

Ada rasa senang, tapi juga ada rasa gagal. Targetnya 100 orang, jadi jelas hasilnya belum sampai ke angka yang aku harapkan.

Aku nggak mau pura-pura bilang angka itu nggak penting. Selama promosi, angka itulah yang aku kejar. Jadi, ketika hasil akhirnya masih jauh dari target, tetap ada kecewanya.

Tapi di saat yang sama, ada sedikit rasa bangga.

Ternyata, lewat promosi yang aku jalani sendiri, dengan dukungan tim juga tentunya, bisa terkumpul 59 orang (Nanggung satu lagi padahal wkwk). BAYANGINN 59 orang itu kalau dikumpulkan di sekolah bisa jadi dua kelas, kalau di sepak bola bisa jadi 5 tim, kalau di basket bisa jadi 11 tim, satunya lagi WO wkwkwk.

Dari yang awalnya bingung harus mulai dari mana, malu memakai akun pribadi, sampai akhirnya berani membagikan informasi ke berbagai tempat.

“Berarti koneksinya masih kurang aja kali, ya?” pikirku. Wkwk.

Mungkin masih banyak orang yang belum berhasil aku jangkau. Mungkin cara promosinya juga masih perlu diperbaiki, masih harus sering nimbrung ke konten orang. Aku belum punya jawaban pasti. Tapi sekarang aku punya pengalaman nyata untuk dipelajari, termasuk soal postingan yang ramai tetapi belum banyak membawa pendaftar.

Jadi PIC webinar AkFina ternyata membuatku belajar lebih banyak dari yang aku bayangkan. Ada urusan membagi pekerjaan, mencoba berbagai jalur promosi, menghadapi respons yang sepi, sampai berdamai dengan hasil yang belum sesuai target.

Dan ada satu kemajuan kecil yang terasa personal banget: aku sudah nggak semalu itu untuk membagikan sesuatu yang sedang aku usahakan.

59 orang memang belum seratus. Aku masih berharap bisa menjangkau lebih banyak orang di kesempatan berikutnya.

Yaaa, mungkin ini batas yang bisa aku capai saat itu. Atau mungkin, justru dari sini aku mulai melihat peluangnya

Post Views: 35
Author

Kallila

Follow Me
Other Articles
Previous

Mindfulness di Tengah Asap

Next

Sekotak Teh yang Masih Aku Ingat

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Setahun Setelah “Awal”
  • Sekotak Teh yang Masih Aku Ingat
  • Belajar Promosi Tanpa Malu
  • Mindfulness di Tengah Asap
  • Menuju Bulan ke-3 Olahraga

Recent Comments

  1. Asri on Mindfulness di Tengah Asap
  2. vavai on Seharian Jadi Orang SCBD
  3. Kallila on Seharian Jadi Orang SCBD
  4. Zahro alhasny on Seharian Jadi Orang SCBD
  5. Di Balik Layar MPP Sazara x TBINA: Hari Pertama - Shion on Sehari Berburu Goodie Bag untuk MPP Sazara
Copyright 2026 — Shion. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme