Skip to content
-
Shion
Shion
  • Home
  • Behind the Screen
  • Home
  • Behind the Screen
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Harian

Ketika Olahraga Membuat Kopi Tidak Lagi Dirindukan

By Kallila
July 17, 2026 3 Min Read
0

Dulu aku termasuk orang yang cukup sering ngopi. Bisa hampir setiap hari. Kadang karena memang ingin, kadang karena sudah jadi kebiasaan, kadang juga karena rasanya ada yang kurang kalau belum beli kopi.

Ngopi buatku bukan cuma soal minuman. Kadang kopi juga jadi semacam tanda bahwa hari sudah dimulai, atau jadi alasan untuk berhenti sebentar dari pekerjaan.

Lalu beberapa waktu terakhir aku mulai olahraga, terutama latihan beban.

Awalnya nggak ada niat untuk berhenti ngopi. Aku juga nggak bikin target, “Mulai sekarang harus mengurangi kopi.” Tapi anehnya, setelah mulai olahraga, keinginan untuk ngopi pelan-pelan berkurang sendiri.

Satu hari nggak ngopi, biasa saja.

Lalu dua hari.

Sampai akhirnya hampir satu minggu aku nggak beli kopi sama sekali.

Yang bikin lucu, aku baru sadar setelah beberapa hari lewat. Biasanya aku cukup gampang kepikiran kopi, tapi waktu itu rasanya nggak ada dorongan untuk beli.

Karena penasaran, akhirnya aku beli lagi kopi yang biasanya kusuka.

Kupikir setelah seminggu nggak minum, rasanya bakal lebih enak.

Ternyata malah aneh.

Rasanya terlalu kuat dan pahit. Manisnya gula dikalahkan oleh pahitnya kopi. Bukan berarti kopinya jadi nggak enak, tapi sensasinya nggak sama seperti yang kuingat.

Di situ aku mulai mikir, mungkin yang berubah bukan kopinya. Mungkin yang berubah justru tubuh dan kebiasaanku. Aku jadi sadar, selama ini mungkin aku nggak selalu minum kopi karena benar-benar ingin kopi.

Kadang aku cuma butuh energi.

Kadang lagi capek.

Kadang lagi bosan.

Kadang juga cuma karena otakku sudah terbiasa menghubungkan kerja dengan kopi.

Begitu olahraga mulai masuk ke rutinitas, tubuhku seperti punya sumber energi yang berbeda. Setelah olahraga memang capek, tapi ada rasa lebih segar setelahnya. Tidur juga terasa lebih enak, dan badan terasa lebih “hidup”.

Mungkin itu yang bikin keinginan untuk mencari tambahan energi dari kopi jadi berkurang.

Mbak Zahro juga bilang hari ini, alasan kenapa aku nggak craving kopi karena aku olahraga terutama latihan beban. Aku nggak terlalu mendalami penjelasan medisnya, tapi secara sederhana aku nangkepnya begini: waktu otot dipakai bekerja, tubuh juga memakai energi yang tersimpan. Jadi mungkin setelah rutin latihan, energi tubuh terasa lebih stabil dan nggak gampang mencari dorongan cepat dari minuman manis atau berkafein.

Tapi tentu aku juga nggak bisa bilang bahwa keinginan ngopiku hilang hanya karena itu.

Bisa jadi karena tidur lebih baik.

Bisa juga karena rutinitasku berubah.

Atau mungkin karena setelah beberapa hari berhenti, lidahku jadi lebih peka dan rasa kopi yang dulu terasa biasa sekarang jadi terasa terlalu kuat.

Aku nggak melihat pengalaman ini sebagai cerita tentang kopi itu buruk atau mau memberitahu semua orang kalau aku olahraga. Yang menarik justru karena aku jadi sadar bahwa kebiasaan bisa terasa seperti kebutuhan, padahal belum tentu.

Dulu aku merasa ngopi hampir setiap hari itu biasa. Bahkan kadang seperti harus. Tapi setelah rutinitasku berubah, ternyata rasa “harus” itu bisa hilang tanpa dipaksa. Dan ketika dicoba lagi, rasanya malah nggak sama.

Dari situ aku mulai lebih sering bertanya ke diri sendiri:

Aku benar-benar ingin ini, atau cuma terbiasa?

Pertanyaan itu sederhana, tapi ternyata cukup menarik.

Karena mungkin banyak hal yang kita lakukan setiap hari bukan karena tubuh benar-benar meminta, tapi karena kita sudah terlalu sering mengulangnya..

Yang jelas, pengalaman ini membuatku sadar bahwa perubahan sehat kadang nggak datang dari larangan besar.

Kadang cukup mulai dari satu kebiasaan baru.

Lalu tubuh pelan-pelan menunjukkan sendiri apa yang masih dibutuhkan, dan apa yang ternyata cuma kebiasaan.

Author

Kallila

Follow Me
Other Articles
Previous

Ketika AI Bisa Update Progress Sendiri, Apa Lagi Peran Project Manager?

Next

Matraman, Kemarahan Warga, dan yang Terlambat Hadir

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Jalan Baru, Cara Pandang Baru
  • Di Balik Layar MPP Sazara x TBINA: Hari Kedua
  • Di Balik Layar MPP Sazara x TBINA: Hari Pertama
  • Sehari Berburu Goodie Bag untuk MPP Sazara
  • Matraman, Kemarahan Warga, dan yang Terlambat Hadir

Recent Comments

  1. Di Balik Layar MPP Sazara x TBINA: Hari Pertama - Shion on Sehari Berburu Goodie Bag untuk MPP Sazara
  2. Kallila on Kita Tidak Kekurangan Waktu, Kita Kebanyakan Distraksi
  3. Kallila on Mencoba Membuat AI Agent Sendiri
  4. Zahwa on Mencoba Membuat AI Agent Sendiri
  5. vavai on Kita Tidak Kekurangan Waktu, Kita Kebanyakan Distraksi
Copyright 2026 — Shion. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme