Siklus Payday
Momen gajian itu selalu menyenangkan (untuk sementara :’D). Tapi makin ke sini, aku jadi makin sadar satu hal: kalau nggak diatur dengan benar, uang gajian itu beneran cuma numpang lewat beberapa hari doang di rekening.
Kesadaranku soal kelola uang ini pelan-pelan makin kebentuk, apalagi semenjak masuk Aktiva dan ikut terlibat dalam pembuatan AkFina. Mau nggak mau, karena sering bersinggungan sama urusan perencanaan keuangan, aku jadi kepikiran untuk beresin keuangan pribadi juga. Ya walau ilmunya belum sejauh financial planner beneran, setidaknya aku mulai belajar ngatur arus kas sendiri.
Waktu zaman magang dulu, aku sempat mencoba naruh uang ke poket-poket dengan metode pembagian 50-30-10-10: 50% kebutuhan pokok, 30% keinginan, 10% kebutuhan lainnya, dan 10% tabungan. Tapi semakin dijalanin, rasanya semakin ruwet.
Ruwetnya itu karena harus ngitungin persenannya. Kalau dapat gaji yang angkanya genap sih enak, tapi ini nominalnya pecahan. Rasanya ribet banget tiap bulan harus buka kalkulator dulu cuma buat ngitungin pembagian uang ke masing-masing poket.
Akhirnya cara hitung persenan itu kutinggalin. Aku tetap pakai sistem pocket, tapi kali ini aku bagi uang berdasarkan rata-rata jumlah yang biasa aku spending tiap bulannya, bukan lagi pakai persenan.

Dari situ aku bagi ke beberapa pocket:
- Daily expense: buat makan dan kebutuhan harian
- Keinginan: buat beli barang atau jajan
- Keperluan motor: subscription per bulan
- Kebutuhan gym: buat bayar bulanan
- Investasi: langsung terkoneksi ke bibit
Nominalnya tinggal disesuaikan aja. Di awal-awal memang kadang masih suka gali lobang tutup lobang pocket lain. Tapi semakin dijalanin, aku jadi semakin tahu keperluan riil dan mulai mengurangi kebiasaan gali lobang itu. Efeknya, aku jadi kayak punya batasan pengeluaran biar nggak hedon-hedon amat.
Terlebih lagi di Jago ada fitur auto budgeting. Aku set budget otomatis di tiap tanggal 27. Jadi ketika gajian masuk, aku tinggal pindahin uangnya ke Jago dan langsung otomatis kebagi-bagi ke pocket-nya masing-masing.
Apalagi aku juga pakai AkFina. Nama-nama pocket di bank sudah kusesuaikan langsung dengan jenis pengeluaran di pos arus kas AkFina. Jadi pas mau update catatan bulanan di AkFina, aku tinggal pakai template dari bulan sebelumnya, cek kecocokannya, dan tinggal save. Jauh lebih simpel dan nggak makan waktu.
Pas lihat main pocket, rasanya emang langsung kayak akhir bulan (bener-bener berasa money come and go). Tapi pas lihat pocket-pocket kecilnya, ya bener ini baru awal bulan karena semua posnya sudah aman terisi.
Dari sini aku ngerasa kalau ngatur uang itu kuncinya nemu sistem yang simpel dan nggak bikin ribet sendiri tiap tanggal gajian. Terakhir tinggal pasang mindset “setiap hari adalah akhir bulan” biar makin hemat wkwk