Day 1: Perjalanan Menuju Pelatihan BSM dan Perkenalan
Melanjutkan cerita perjalanan kemarin, hari pertama ini adalah transisi dari mode santai ke mode persiapan pelatihan. Ternyata, meskipun badannya sudah di Jawa Tengah, jiwa “budak korporat”-nya tetap terbawa.

Pagi ini dimulai dengan persiapan check-out dari Salatiga untuk geser ke Magelang. Tapi sebelum benar-benar berangkat, rutinitas WFA tetap jalan terus. Aku, Ari, dan Kang Asep mampir ke sebuah cafe buat sarapan sekaligus cicil task yang menumpuk. Suasana cafenya super cozy, bikin kerja jadi nggak berasa sampai jam istirahat tiba. Selepas itu, kami mampir lagi ke cafe “sejuta umat” yaitu Fore. Pesan kopi, duduk, buka laptop lagi. Benar-benar rutinitas khas pekerja kekinian yang nggak bisa jauh dari sinyal WiFi dan kafein.

Sekitar jam 3 sore, kami akhirnya gas menuju Magelang. Perjalanan cuma makan waktu 40 menit, tapi medannya menanjak banget. Udara mulai mendingin dan hujan turun makin deras.
Di balik kaca mobil yang berembun, aku tetap disuguhi pemandangan gunung yang indah. Jujur, aku merasa agak “norak” sebagai orang kota yang jarang lihat pemandangan begini. Maklum, di Bekasi gunung paling dekat dan paling tinggi ya cuma Gunung Bantar Gebang. Jadi, melihat yang asli begini rasanya amaze banget.

Setelah melewati jalanan yang berkelok-kelok, akhirnya kami sampai di tempat registrasi. Hal pertama yang aku coba adalah minuman herbal lokal. Baunya persis jamu, rasanya agak hambar, tapi ajaibnya langsung bikin badan terasa hangat di tengah cuaca Magelang yang dingin.
Selesai registrasi, kami jalan menuju penginapan. Di sana aku bertemu dengan seorang ibu yang sangat ramah. Kami ngobrol santai, dan ternyata di balik penampilannya yang lowkey, beliau punya lahan berhektar-hektar! Sementara aku? Aku cuma punya lahan di dalam pot rumah. Sebuah perbedaan kasta yang sangat mencolok di dunia pertanahan, hehe.

Malamnya masuk ke sesi perkenalan peserta. Di sini aku baru sadar kalau latar belakang pesertanya beragam banget. Ada yang memang petani beneran, ada orang KPA (Kumpulan Perusak Alam wkwk), sampai yang paling menarik: banyak banget orang IT yang baru mulai terjun ke dunia pertanian.
Ada yang background-nya IT Infrastructure, ada juga Data Miner. Fenomena ini bikin aku mikir: apakah benar kalau puncak karir orang IT itu ujung-ujungnya bakal jadi petani? Siapa yang tahu. Tapi yang pasti, hari ini aku mulai belajar banyak hal baru tentang pertanian dari orang-orang hebat di sini.