Ketiduran
Hari ini aku WFA seperti biasa.
Buatku, WFA adalah salah satu fasilitas istimewa yang benar-benar terasa manfaatnya. Rasanya hidup jadi sedikit lebih lega. Tidak perlu bangun terlalu pagi, tidak perlu buru-buru siap-siap, dan yang paling penting: tidak perlu menghadapi macet sejak pagi hari. Ada ruang untuk memulai hari dengan lebih rileks.
Hari ini aku banyak mengulik soal AI Agent. Mulai dari uji coba koneksi API Kaizen, mencoba membuat bot, sampai bereksperimen membuat AI Agent sendiri. Masalahnya, karena prinsipnya masih ingin yang gratis-gratis aja (YGGA), akhirnya aku coba menjalankannya secara lokal.
Tapi ya, namanya juga eksperimen. Tidak semuanya berjalan mulus.
Percobaan lokalnya gagal karena storage laptop sudah penuh. Kalau kata Bondan Prakoso, yasudahlah.
Setelah selesai bekerja, badan mulai terasa capek. Mungkin karena hari ini aku tidak ngopi. Awalnya cuma ingin memejamkan mata sebentar, tapi ternyata bablas sampai jam 8 malam. Di titik itu aku jadi ingat, memang benar kata orang, tidur sore itu berbahaya. Bukan cuma karena bangunnya bikin linglung, tapi juga karena bisa bikin sholat terlewat.
Dari sini aku makin sadar bahwa efek kopi itu memang dahsyat. Bukan sekadar karena kopi bikin melek, tapi karena kopi bisa “menipu” tubuh.
Aku sudah lama tahu bahwa kopi sebenarnya bukan menghilangkan rasa ngantuk. Kopi hanya menahan sinyal lelah yang harusnya dikirim tubuh ke otak. Rasa capeknya tetap ada, cuma seperti dibungkam sementara. Kita merasa masih kuat, padahal badan sebenarnya sudah minta istirahat. Tapi mau gimana, wong saya suka 😀
Beberapa hari terakhir aku memang cukup sering ngopi karena ada banyak agenda. Sabtu dan Minggu ke Jakarta untuk bantu pindahan dan sempat ke Ragunan. Senin dan Selasa juga pulang sekitar jam 10 malam. Badan yang seharusnya sudah capek tidak sempat benar-benar memberi sinyal karena terus tertahan oleh kopi.
Akhirnya, akumulasi capeknya terasa hari ini.
Tidur tadi juga sebenarnya kebangun karena kegerahan. Kalau saja kondisinya adem, mungkin aku bakal bablas sampai pagi. Pas bangun pun rasanya belum benar-benar segar. Mata masih berat, badan masih minta rebahan, dan kepala masih seperti belum sepenuhnya menyala.
Yang lebih aneh lagi, laptopku sepertinya ikut-ikutan kehabisan energi.

Sebelum tidur, baterainya masih sekitar 70-an persen. Begitu bangun, tinggal 3 persen. Padahal semua aplikasi sudah ditutup, karena sebelumnya laptop sempat overheat dan masih terasa panas waktu aku pindahkan ke ruangan ber-AC. Niat awalnya mau didinginkan dulu sebelum dimatikan.
Tapi ternyata laptopnya memilih mati sendiri, mandiri sekaliwkwk.
Aku sempat cek Task Manager, tapi semuanya terlihat normal saja. Tidak ada proses aneh yang terlalu mencurigakan. Memang sukanya main di belakang ini aplikasi.